- 2FA (autentikasi dua faktor)
- Pemeriksaan kedua saat login, di luar kata sandi. Biasanya berupa kode singkat dari aplikasi autentikator atau kunci keamanan fisik. Kalau kata sandi bocor, akun tetap meminta langkah kedua ini.
- BDR (sertifikat penyimpanan Brasil)
- Sertifikat yang tercatat di bursa B3 Brasil dan mewakili saham perusahaan asing, misalnya saham teknologi Amerika Serikat. Investor di Brasil membelinya dengan real tanpa perlu mengirim uang ke luar negeri. Harganya mengikuti saham aslinya dan nilai tukar.→ Cara Beli Saham AS dari Indonesia: Panduan untuk Pemula
- Biaya maker
- Biaya yang dikenakan saat order menambah likuiditas ke order book, biasanya limit order yang tidak langsung tereksekusi. Banyak exchange memasang biaya maker lebih rendah daripada biaya taker. Tarif pastinya tergantung exchange dan tingkat akun.
- Biaya taker
- Biaya yang dikenakan saat order langsung tereksekusi terhadap order yang sudah ada di order book, misalnya market order. Biasanya lebih tinggi daripada biaya maker. Trader yang sering bertransaksi paling merasakan selisihnya.
- Dana perlindungan (SAFU)
- Cadangan yang disisihkan exchange untuk mengganti kerugian pengguna setelah peretasan atau gangguan besar. Binance menyebut dananya SAFU; exchange lain memakai nama seperti dana perlindungan. Cara pengisian dan kapan dana dibayarkan ditentukan masing-masing exchange.
- Deposit (setor dana)
- Memasukkan dana ke akun exchange, baik dalam rupiah maupun kripto yang dikirim dari dompet lain. Untuk rupiah, cara yang umum adalah transfer bank, virtual account, atau QRIS. Tiap metode punya biaya dan waktu masuk yang berbeda.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- Dompet kustodian (custodial wallet)
- Dompet yang kunci privatnya dipegang oleh perusahaan, biasanya exchange, atas nama pengguna. Cukup login tanpa mengurus frasa pemulihan sendiri. Jika perusahaan membekukan penarikan atau bangkrut, akses ke aset bergantung pada perusahaan itu.→ Dasar-Dasar Wallet Kripto: Kustodian vs Self-Custody, Hot vs Cold
- ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa)
- Reksa dana yang berisi sekeranjang aset dan diperdagangkan di bursa seperti satu saham. Dengan sekali beli, Anda mendapat eksposur ke satu indeks atau satu sektor. Sebagian ETF mengikuti harga bitcoin tanpa pembeli harus memegang koinnya.→ Cara Beli Saham AS dari Indonesia: Panduan untuk Pemula
- Funding rate (biaya pendanaan)
- Pembayaran berkala antara posisi long dan short pada kontrak perpetual. Mekanisme ini menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga spot. Saat nilainya positif, posisi long membayar posisi short; saat negatif, sebaliknya.
- Futures (kontrak berjangka)
- Kontrak untuk bertransaksi atas harga suatu aset tanpa memilikinya. Di exchange kripto, jenis yang paling umum adalah kontrak perpetual tanpa tanggal jatuh tempo. Untung bisa didapat saat harga turun, tetapi kerugian juga bisa membesar dengan cepat.
- Hot wallet (dompet panas)
- Dompet yang terhubung ke internet: aplikasi ponsel, ekstensi peramban, atau akun di exchange itu sendiri. Praktis untuk transfer dan trading yang sering. Karena selalu online, dompet jenis ini juga menjadi sasaran umum peretasan dan phishing.→ Dasar-Dasar Wallet Kripto: Kustodian vs Self-Custody, Hot vs Cold
- Jaringan (jaringan blockchain)
- Blockchain yang dilalui sebuah transfer, seperti Ethereum, Tron, BNB Smart Chain, atau Solana. Koin yang sama, misalnya USDT, bisa ada di beberapa jaringan. Mengirim lewat jaringan yang tidak didukung pihak penerima bisa membuat aset hilang.→ Dasar-Dasar Wallet Kripto: Kustodian vs Self-Custody, Hot vs Cold
- KYC (verifikasi identitas)
- Verifikasi identitas yang diwajibkan exchange berizin sebelum akun bisa dipakai penuh. Umumnya meminta KTP atau paspor, swafoto, dan kadang bukti alamat. Tanpa KYC, deposit, penarikan, atau batas transaksi biasanya dibatasi.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- Leverage (daya ungkit)
- Trading dengan dana pinjaman sehingga posisi lebih besar daripada modal yang disetor. Setiap pergerakan harga berdampak berlipat pada margin, baik saat untung maupun rugi. Makin tinggi leverage, makin dekat harga likuidasi.
- Likuidasi
- Penutupan paksa posisi ber-leverage ketika kerugian menghabiskan hampir seluruh margin. Exchange menutupnya secara otomatis agar saldo tidak menjadi negatif. Margin pada posisi itu biasanya hilang.
- Limit order (order batas)
- Order beli atau jual yang hanya tereksekusi di harga yang dipilih atau harga yang lebih menguntungkan. Order menunggu di order book sampai pasar menyentuh harga itu, dan bisa saja tidak pernah tereksekusi. Saat menambah likuiditas, order ini dikenai biaya maker.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- Market order (order pasar)
- Order yang langsung membeli atau menjual di harga yang tersedia saat itu. Eksekusinya cepat, tetapi harga akhirnya bisa berbeda dari yang tampil di layar, terutama saat likuiditas tipis. Order ini dikenai biaya taker.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- MiCA (regulasi aset kripto Uni Eropa)
- Aturan Uni Eropa untuk penyedia layanan kripto dan penerbit stablecoin. Perusahaan yang melayani pengguna di UE wajib berizin, dan stablecoin wajib punya cadangan penuh. Inilah alasan sebagian token tidak tersedia di platform berizin di Eropa.→ Apa Itu Stablecoin? Perbandingan USDT dan USDC untuk Pemula
- Order book (buku order)
- Daftar langsung order beli dan jual yang masih terbuka pada satu pasangan, diurutkan menurut harga. Order beli ada di satu sisi, order jual di sisi lain. Selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah disebut spread.
- Penarikan (withdrawal)
- Mengeluarkan aset dari exchange, baik kripto ke dompet maupun rupiah ke rekening bank. Ada biaya penarikan, dan exchange bisa menahan permintaan untuk pemeriksaan keamanan. Pada penarikan kripto, alamat atau jaringan yang salah umumnya tidak bisa dibatalkan.
- PIX (sistem pembayaran instan Brasil)
- Sistem pembayaran instan Brasil yang dioperasikan bank sentral. Transfer sampai dalam hitungan detik, kapan pun dan setiap hari. Perannya di Brasil mirip dengan QRIS dan transfer instan di Indonesia.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- Proof of reserves (bukti cadangan)
- Laporan yang menunjukkan bahwa aset yang dipegang exchange cukup untuk menutup saldo para penggunanya. Biasanya disusun dengan pohon Merkle agar setiap pengguna bisa mengecek apakah saldonya ikut dihitung. Karena hanya potret satu hari, laporan ini tidak menunjukkan utang atau perubahan setelahnya.
- Rebate biaya (cashback biaya)
- Sebagian biaya trading yang dikembalikan kepada trader. Biasanya terkait pendaftaran dengan kode referral atau pencapaian volume tertentu. Bentuknya bisa saldo, potongan biaya, atau voucher, dengan syarat yang berbeda di tiap exchange.
- Stablecoin (koin stabil)
- Token yang dirancang untuk menjaga nilai tetap, umumnya satu dolar AS. Sebagian besar didukung uang tunai dan obligasi pemerintah jangka pendek yang disimpan penerbitnya. Dipakai untuk memarkir saldo di antara transaksi dan untuk mengirim uang lintas negara.→ Apa Itu Stablecoin? Perbandingan USDT dan USDC untuk Pemula
- Trading P2P (antarpengguna)
- Membeli atau menjual kripto langsung dengan pengguna lain, dengan pembayaran lewat transfer bank atau dompet digital lokal. Exchange menahan kripto penjual sebagai jaminan sampai pembayaran dikonfirmasi. Bukti transfer palsu dan ajakan pindah obrolan ke luar platform adalah modus penipuan yang paling sering ditemui.→ Cara Beli Kripto Pertama Kali: Panduan Langkah demi Langkah
- USDT (Tether)
- Stablecoin yang dipatok ke dolar AS dan diterbitkan Tether, tersedia di hampir semua exchange kripto. Cadangannya diumumkan lewat laporan atestasi setiap kuartal. Sebagian platform yang diawasi MiCA di Eropa sudah berhenti mencantumkannya.→ Apa Itu Stablecoin? Perbandingan USDT dan USDC untuk Pemula
- Volatilitas
- Seberapa besar dan seberapa cepat harga naik turun. Dalam satu hari, harga kripto biasanya bergerak lebih liar daripada saham atau valuta asing. Makin tinggi volatilitas, makin besar pula potensi untung maupun rugi.